JavaScript is required to view this page. Maret 2019

Pengajar Nunggu Insentif, Kades Shabah Bingung Warganya Ribut Tambang





apahabar.com.RANTAU,- Pengajar guru mengaji Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Ar-Rahman Di Jalan Sidodadi Desa Shabah Kecamatan Bungur nyaris dari mulai dirinya mengajar hingga kini belum pernah mendapatkan tunjangan insentif dari Pemerintah Kabupaten Tapin yang miliki visi Tapin Mandiri Sejahtera dan Agamis. Pendidikan keagamaan dianaktirikan diduga karena Kepala Desanya tidak pro masyarakat lokal, lebih cenderung memihak warga pendatang yang populasinya lebih banyak ketimbang warga lokal.

Salah satu pengajar non PNS di TPA Ar-Rahman Desa Shabah, Ibu Hamidah mengatakan jumlah pengajar di TPA ini ada 3 orang dengan jumlah santri mencapai 60 orang.”Hari-hari kami mengurus santri yang menimba ilmu di TPA ini, dengan jadwal dalam seminggu lima kali. Kamis dan Minggu saja libur,”katanya kepada apahabar.com. Sabtu (30/3).

Ditanyai terkait pernah tidak menerima insentif dari pemerintah daerah, dikatakannya,”Belum pernah, dan itupun berkat masyarakat Desa Shabah secara swadaya mengumpulkan iuran untuk keperluan kami dalam aktivitas belajar mengajar di TPA ini,”katanya.

“Ini karena tidak ada perhatian lalu dari kepala desa untuk membina TPA yang ada di desanya terus berkembang maju.Kadesnya sibuk tambang aja bukan ke warga,”katanya.

Dan Ini patut menjadi perhatian pemerintah terutama kepala desa.Terbukti kendati insentif mereka macet, namun aktifitas mereka dalam mencurahkan waktu, tenaga, dan ilmu untuk anak-anak didiknya tetap berjalan sebagaimana biasanya yang tetap menjaga mentalitas mandiri, dan sebagian besar dari mereka adalah warga Tapin  yang memiliki dedikasi tinggi dan rata-rata hidup dalam kesederhanaan, termasuk juga dalam menopang bergeraknya lembaga pendidikan keagamaannya ada yang dari harta pribadi , ditambah bantuan hibah sekedarnya dari para dermawan yang perduli.

Ternyata tak hanya alokasi APBD saja selama ini lebih banyak berpihak pada lembaga pendidikan umum. Turut serta APBD Desa yang semestinya mensejahterakan warganya secara merata namun ini tidak.Padahal, dari segi kompetensi santri alumni pesantren jauh lebih siap terjun ke masyarakat. Minimnya dukungan anggaran sangat berpengaruh akan kelangsungan pesantren dan Tk Al-qur’an di daerah ini. Semangat para pengajar bisa menurun, dan lebih memilih berwirausaha di luar. Pesantren dan Tk-Al-qur’an kian tidak menarik. Sehingga jumlah santri pun bisa dapat menurun.

Seperti acara Khataman Massal Al-Qur’an 28 Maret 2019 kemarin di Masjid Manba’ul Huda Desa Salam Babaris di ikuti sebanyak 3.103 anak, tentunya ini tak terlepas dari pendidikan agama yang memiliki andil besar dalam membentuk karakter anak bangsa. Bayangkan jika pendidikan agama tidak ada yang memperhatikan, tentu masa depan anak bangsa akan hilang moral. Juga tak sebanyak itu yang mengikuti khataman al-qur’an.








Brenton Tarrant Pembunuh Muslimin Langsung Diadili




CHRISTCHURCH – Brenton Tarrant (28) pria frustasi yang merasa dijajah hingga nekat melakukan aksi brutal menembaki kaum muslimin
di masjid Kota Christchurch, Selandia Baru (New Zealand) Jumat (15/3) kemarin. Keesokan harinya langsung diadili. Dia didakwa dengan tuduhan pembunuhan.

Dilansir detik.com dari AFP, Sabtu (16/3/2019), Brenton Tarrant (28) dihadirkan ke pengadilan usai ditangkap akibat tindakan brutalnya, menembaki jemaah muslim di masjid setempat.

Selama di pengadilan, eks instruktur kebugaran asal Australia itu duduk tanpa ekspresi. Lelaki yang memakai pakaian tahanan berwarna putih dengan borgol di tangan itu disebut tidak meminta jaminan sampai pengadilan berikutnya, 5 April mendatang.

KBRI Wellington menyebut, ada 49 orang tewas; 41 orang di Masjid Al Noor, 7 orang di Masjid Linwood, dan seorang lagi tewas saat dirawat di RS pasca penembakan. Sementara, ada puluhan orang yang masih dirawat di rumah sakit akibat tindakan itu.

Di antara korban luka, terdapat dua orang WNI yang merupakan ayah-anak bernama, Zulfirmansyah dan Mohammad Rais. Ada juga seorang WNI bernama Muhammad Abdul Hamid yang masih dinyatakan hilang.

“Dari 6 WNI yang diketahui berada di Masjid Al Noor pada saat kejadian penembakan hari ini, 5 orang telah melaporkan ke KBRI Wellington dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara 1 orang atas nama Muhammad Abdul Hamid belum diketahui keberadaannya,” ujar KBRI Wellington.

“Sementara dari Masjid Linwood, KBRI Wellington menerima bahwa terdapat 2 WNI, seorang ayah dan anaknya, yang tertembak. Kondisi sang ayah atas nama Zulfirmansyah masih kritis dan dirawat di ICU RS Christchurch Public Hospital. Sementara anaknya dalam keadaan yang lebih stabil.”

Rull

Tahun Politik Coret Bundaran Rantau Baru







RANTAU,- Tahun Politik 2019 di Tapin ternyata beragam kiat sekalinya untuk mengingatkan Pemerintah, seperti cara oknum tak dikenali setelah sebelumnya mencat aspal jalan nasional tepat didepan kantor DPRD Tapin bertuliskan, “Tempat Menagih Janji Kampanye”. Kini menjelang pelaksanaan pemilu di bulan April 2019, tulisan tak senonoh di Bundaran Kawasan Rantau Baru dengan cat semprot berwarna merah sebagai bentuk protesnya kepada Pemerintah setempat tereplikasi ulang. Jum’at (8/3).
Tulisan tak senonoh mengarah sebagai padanan kata yang ditulisnya dapat menjadi sebuah diksi untuk mewakilkan kegelisahannya terhadap Pemerintah yang dinilainya saat ini ?
Menanggapi tulisan tersebut, Sekretaris Daerah Tapin H.Masyraniansyah menyatakan itu perbuatan iseng saja yang dilakukan oleh oknum yang tidak gantlemen lagi tak bertanggungjawab di tahun politik seperti sekarang ini. “Kalau memang berani tunjukan jati dirimu, “katanya.
 “Anak-anak Tapin ini semuanya baik, tidak berkelakuan aksi corat-coret sembarangan,"katanya. 
Selain itu motivasi aksi kata yang ditulisnya itu tertuju Pemerintah mana juga ? 
Aspek Pemerintahan di negerinya sendiri kan jangkauannya luas. Mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten atau Pemerintah Luar Negeri. Selain itu juga dari kata dibelakang Pemerintah arti kata dibelakangnya lain, juga bukan bahasa banua kita banjar. “Itu kelakuan iseng saja dan supaya kita terfitnah hingga mengarah unsur feodalisme antar budaya daerah, “kata pria yang akrab disapa H.Uning.



Peserta Jalan Santai Safety Road Milineal Marah Sama Polisi




RANTAU,- Gerimis hujan mengguyur kota Rantau tak pupus kan semangat ribuan peserta untuk menghadiri acara Road Safety Milineal yang diselenggarakan Polres Tapin pada Minggu (3/3) pagi bertempat di lapangan Dwidharma Rantau.
Pasalnya, banyak peserta umum tergiur doorprize yang disediakan panitia meliputi 4 buah sepeda motor, 2 mesin cuci, 3 buah sepeda, dan banyak hadiah menarik lainnya.
Mereka terlihat tetap bersemangat menjadi peserta Milineal Road Safety Festival kegiatan yang serentak dilaksanakan secara nasional oleh Polres Tapin dalam rangka mengurangi angka kecelakaan lalulintas yang tinggi. Acara Milineal Road Safety Festival ditandai dengan pelepasan balon ke udara  oleh Kapolres Tapin, Wakil Bupati Tapin, Bupati Tapin.
Selanjutnya ditengah cuaca mendung mereka tetap mengikuti senam kolosal bersama Kapolres Tapin AKBP.Bagus Suseno,Sik beserta jajarannya juga Bupati Tapin H.Akhmad Arifin.Setelah itu dilanjutkan gerak jalan santai ribuan peserta yang terdiri para pelajar dan masyarakat umum. Panitia pelaksana Polres Tapin menyediakan sebanyak 8.000 lembar kupon dan ludes habis hingga masyarakat umum banyak yang tidak mendapatkan kupon undian.
Kasatlantas Polres Tapin AKBP.Winda Adiningrum, SIK mengatakan, “Kita menyediakan 8.000 lembar kupon undian yang diantaranya sudah dibagikan kepada seluruh siswa di sekolah-sekolah. Selebihnya dibagikan kepada peserta masyarakat umum dipertengahan jalan rute jalan santai di jalan pembangunan,”katanya.
Untuk rute jalan santai ini start dimulai dari Lapangan Dwidharma Rantau menuju Bundaran BRI, belok ke kanan Perintis Raya, lalu ke jalan Bupati Said Alwi, jalan Pembangunan ke Telkom, dan kembali ke garis start.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Tapin atas partisipasi nya sehingga acara ini berjalan dengan sukses.Target peserta acara ini sekitar 3000 orang dan ternyata melebihi target.Artinya, kita sukses menyelenggarakan acara. Disini kami memberikan hadiah untuk generasi milineal di kabupaten Tapin.Generasi Milineal berusia 17 sampai 30 tahun memang menjadi sasaran acara ini, katanya.

Peserta jalan santai dari kalangan umum yang rata-rata kalangan orang tua yang belum mendapatkan kupon undian berteriak kepada aparatur kepolisian yang berjaga kotak kupon undian.”Panitia tidak adil dan terlihat tidak siap selenggarakan acara, kami berjalan jauh-jauh sebagai peserta namun tak dapat kupon undian dan itu tidak kami saja yang lain pun demikian,”kata ibu Ningsih berserta anaknya.
Demikian pun Haderi peserta lainnya tidak terima dirinya menjadi peserta jalan santai ini namun tak mendapatkan kupon undian.






Reporter : Nasrullah