JavaScript is required to view this page. DapalaluHomeSentral

Imam Besar Masjid Al Aqsa



BM,~ Bentrokan terjadi kembali diluar komplek Masjid Al-Aqsha antara Israel dan Palestina, sebelumnya Imam Masjid Al-Aqsha, Sheikh Ikrima Sabri ditembak tentara Israel di luar gerbang Masjid Al-Aqsha, lebih dari itu Tentara Israel membubarkan  para jamaah untuk melaksanakan sholat Jum’at dengan paksa, hingga menyebabkan ratusan jamaah terluka dan beberapa orang tewas.

Umat Islam seluruh dunia berduka atas meninggalnya seorang Ulama yang tentunya mereka cinta kasih dan sayang karena Allah. Secara psikologis pastinya beberapa pekan terakhir termasuk pada saat sholat jum’at kemarin ikut terganggu diri karena terkena dampak serangan Yahudi ke umat Islam. Karena walau bagaimana pun Umat Muslim itu bersaudara, jika satu bagian tubuh  sakit tentunya bagian tubuh lainnya ikut sakit semuanya.

Pemerintah RI mengecam insiden tersebut, bahkan Menteri Agama RI mengutuk aksi tersebut bahwa masjid adalah tempat bernaung dan tempat yang suci. Tak pantas aksi Yahudi tersebut melarang mereka untuk beraktifitas ibadah, karena bagaimanapun masjid adalah tempat bernaung dan aman.
Masjid Al-Aqsha, Pemerintah Israel mengklaim bahwa masjid ini berada di wilayah negaranya sehingga pihaknya menyerang para jamaah muslimin dan muslimat yang akan melaksanakan ibadah sholat. Bahkan membubarkan secara paksa para jamaah sehingga terjadi betrokan.

Masjid Al-Aqsha adalah tempat tersuci ketiga dalam Islam setelah kota suci Mekah dan Madinah.

Presiden Jokowi Sampaikan Perubahan Kondisi Bangsa Ini

BANTUL,~ Bapak Presiden Joko Widodo berbicara soal perubahan kondisi bangsa di masa depan. Menurutnya, generasi Y akan mengubah peta politik dan ekonomi secara nasional dalam waktu 5-10 tahun ke depan.

"Mereka (mahasiswa) inilah yang masuk generasi Y, yang akan merubah landscape politik dan landscape ekonomi nasional. Lihat nanti 5 atau 10 tahun ke depan, akan berubah semuanya," ujar Jokowi saat kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017).

Generasi Y, dinilai Jokowi, tidak akan lagi membaca media konvensional atau media cetak, melainkan media online di perangkat ponsel pintar. Begitu pula soal TV yang mulai ditinggalkan. Mereka akan beralih ke video di media sosial.

"Karena generasi ini (generasi Y) sudah tidak baca koran lagi. Karena kalau pakai smartphone tinggal buka yang dotcom, dotcom, kan banyak sekali di situ. Tidak akan lihat TV lagi karena sudah bisa minta video-video. Pegangannya hanya smartphone bisa tahu semuanya," paparnya.

Jokowi juga berbicara soal kemajuan teknologi saat ini yang kerap mengandalkan ponsel pintar dan aplikasi online, seperti untuk memesan makanan. Jokowi berpesan kepada masyarakat supaya menyadari perubahan yang terjadi saat ini atau akan digerus kemajuan zaman.

"Beli sate tidak usah suruhan, beli Go Food langsung datang sate. Mau beli gado-gado, beli Go Food datang gado-gado," paparnya.


"Kalau tidak menyadari perubahan-perubahan ini, tidak mengantisipasi, kita akan diterjang zaman," tutupnya. (Detik)

Presiden Jokowi Mengutuk Serangan Israel Terhadap Jamaah Masjid Al Aqsha


JAKARTA,~ Presiden Republik Indonesia, Jokowi mengutuk serangan Tentara Israel yang melakukan penembakan terhadap Imam Masjid Al-Aqsha, Sheikh Ekrima Sabri saat terjadi bentrokan di kompleks masjid suci Al-Aqsha Yerusalem. Bahkan Tentara Israel melarang umat Muslim menunaikan sholat Jum’at.

Dikutip dari informasi International Sindonews, "Indonesia sangat mengecam penembakan terhadap imam Masjid al-Aqsa yang dilatarbelakangi upaya keamanan Israel untuk membubarkan paksa demonstrasi jemaah kemarin," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir, Kamis (20/7/2017).

"Sebagai salah satu negara (berpenduduk) Islam terbesar, Indonesia harus suarakan kecaman. Kita juga prihatin situasinya, jangan sampai status quo di masjid tersebut berubah," lanjut Arrmanatha.

Menurutnya, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Juddeh terkait krisis di kompleks Masjid al-Aqsa.

"Menlu semalam kontak telepon dengan  Menlu Yordania. Raja Yordania adalah penjaga Masjid al-Aqsa. Dalam komunikasi tersebut, menlu sampaikan kekhwatiran agar negara OKI di kawasan memberikan tekanan kepada Israel untuk segera kembalikan stabilitas di kompleks al-Aqsa dan Yerusalem Timur," ujar Arrmanatha.

Seperti diketahui, ketegangan meningkat di sekitar kompleks suci bagi umat Islam dan Yahudi itu setelah tiga pria bersenjata Arab-Israel menembak mati dua polisi Israel di luar kompleks masjid pada hari Jumat lalu. Serangan ini membuat Israel menutup masjid dan membubarkan jemaah salat Jumat. 

Namun, Israel membuka kembali masjid itu dengan aturan tambahan, yakni pemasangan detektor logam dan CCTV. Aturan tambahan ini ditentang warga muslim jemaah Masjid al-Aqsa. 

Anjangsana keluarga Besar Kejaksaan


RANTAU,~  Keluarga Besar Kejaksaan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-57 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-XVII, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD),  Jaksa di Kejaksaan Negeri Rantau dan para istri Jaksa yang tergabung dalam IAD Daerah Tapin, menggelar rangkaian kegiatan diantaranya kunjungan atau anjangsana ke  IBU  yang pernah aktif mendampingi Jaksa dan berjasa di Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD)  dengan tujuan mendekatkan silahturahmi antara sesama keluarga besar kejaksaaan dan berbagi kasih di tengah masyarakat. Kamis (20/07/2017)

Anjangsana ke Ibu dan Bapak Jaksa sesuai tema Hari Bhakti Adhyaksa ke-57 tahun 2017 yaitu “Satu Tujuan, Satu Sikap, Satu Hati Untuk Negeri”.  Dalam silahturahmi antar sesama keluarga besar kejaksaan Ibu Kejaksaan Negeri Rantau, Anik Anifah,SH memohon do’a kepada para Ibu Jaksa yang dikunjungi agar aktifitas kerja lembaga dan upayanya lancar selalu dalam mengwujudkan Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang melaksanakan tugasnya secara independen dengan menjunjung Hak Asasi Manusia dalam Negara hukum berdasarkan Pancasila. Serta membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah Kabupaten Tapin dalam Kerangka Negara Pesartuan. Amin Ibu, semoga terkabul sebagai keyakinan umat manusia terhadap keutamaan dan kelebihan para Ibu bahwa surga selalu berada di telapak kaki Ibu. Sukses Ibunda Jaksa yang kamai cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah. Semoga Allah mengabulkan doa Anda.


Hadir dalam anjangsana itu seluruh para jaksa dan ibu jaksa yang tergabung dalam IAD, dan sempatkan berfoto bersama-sama antar sesama keluarga besar kejaksaan disekitar benih padi yang baru dipanen dan banyak berhamburan di depan halaman rumah.Diantaranya seperti Ibu Yusran, istri Jaksa Muda yang memiliki prinsip di bidang hukum bidang Inteljen, dan beliau semasa menjabat sebagai jaksa berhasil berada di garis infontal terdepan dengan mengorbankan anak dan istrinya untuk dapat menganalisa dunia hukum di bidang hukum pidana. Menurut riwayat Bapak Jaksa Muhammad Yusran,SH bertugas di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Rasuna Said, dan Kejaksaan Negeri Rantau Kabupaten Tapin.  Aktif di lembaga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tapin tahun 1965 dan Ketua Organisasi Pemuda KNPI Pertama  Kabupaten Tapin, juga termasuk Pendiri Kabupaten Tapin.

Dengan prinsipnya di bidang ilmu hukum, jasa beliau terhadap Pemerintah Republik Indonesia sangat banyak dan usahanya mengharumkan Kejaksaan Republik Indonesia sangat berhasil diantaranya sebagai Jaksa Muda dengan disiplin ilmunya dia bekerja “Aku Akan Tahu Sebelum Orang Mengetahui, Jika Sukses Jangan Di Puji, Jika Gagal Jangan Dicari”. Sementara dengan tenaganya dirinya bekerja di sawah jika melihat hanya honor gaji tentu terbatas.


Jaksa M.Yusran,SH,MH saat diziarahi anggota KNPI Tapin


Pusat Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-57 Tahun 2017 Kejaksaan Propinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Kota se-Banua Enam kali ini diselenggarakan di Kota Amuntai pada Jum’at (21/7). Beberapa pekan terakhir ini jaksa di Kejari Rantau.



Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Menambal Jalan Nasional













DINAS PUPR,~ Aksi fenomenal warga Bypass Bungur  Rantau  dalam melakukan protes jalan rusak dengan menanam pohon pisang di jalan nasional. Rabu (5/7) kemarin jalan nasional di wilayah Kabupaten Tapin lintas Banjarmasin-Banua Anam kondisinya berlubang sehingga diprotes warga maupun pengendara. Karena sesuai peraturan setiap jalan nasional  tidak boleh ada yang rusak berlubang dan mesti lebih diperhatikan lebih baik.
Mengetahui kondisi demikian Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapin H.Yustan Azidin,ST,MT mengatakan, “Jalan Nasional yang berlubang dan diprotes warga dengan menanam pohon pisang itu kewenangannya berada di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional sementara kita hanya dapat menginformasikan saja kepada pihak mereka untuk segera merespon protes warga yang meminta segera diperbaiki, “katanya.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Banjarmasin Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia langsung merespon aksi protes warga Bypass yang menanam pohon pisang di jalan. Selanjutnya sehari setelah aksi protes warga Bypass, Kamis (6/7) petang menjelang Maghrib hingga Isya, petugas dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Banjarmasin didampingi Forum Seksi Lalu Lintas Jalan, Pencegahan, dan Penanggulangan Kecelakaan di Kabupaten Tapin menambalnya di tiga titik lokasi sepanjang jalan nasional di Bypass Rantau. Satu titik lokasi jalan yang ditambal diantaranya adalah jalan yang ditanam pohon pisang oleh warga.
Sudah menjadi tugas kami  memberikan pelayanan kenyamanan lalu lintas jalan kepada masyarakat. Terutama persoalan kondisi jalan nasional di wilayah kerjanya. “Jika ada jalan yang rusak berlubang segera kita tutup dan menambalnya seperti di sepanjang jalan Rantau-Bypass itu ada tiga titik lokasi jalan yang berlubang dan segera kita tutup tambal, “kata Pak Manaf dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum.
Forum Seksi Lalu Lintas Jalan, Pencegahan, dan Penanggulangan Kecelakaan di Kabupaten Tapin yang turut ikut berkontribusi dalam perbaikan jalan nasional di sepanjang jalan Rantau-Bypass terdiri diantaranya Unit Laka Lantas Polres Tapin, Seksi Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin, dan Dinas PUPR Tapin (Binamarga).


Jalan Rusak Antasari-Bakarangan Hujan Semakin Licin


RANTAU,~ Warga Desa Pauh Kecamatan Bakarangan  keluhkan jalur alternatif di desa mereka yang rusak. Rabu (5/7/2017) pagi,  hujan sejak subuh hingga menjelang siang hari membuat jalan kabupaten dari Antasari-Bakarangan ini membuat jalan yang amblas berlubang ini becek berlumpur menjadi kubangan air dan licin. Bahkan diantara warga dengan inisiatifnya terpaksa menambal jalan berlubang  dengan pasir dan tanah dari dana milik pribadi mereka. Sebut diantaranyaAmang  Khaum pengurus Langgar Musholah Nurul Iman Desa Pauh Kecamatan Bakarangan sedang menambal jalan didepan musholah mereka dengan pasir. Selanjutnya pihaknya bergontong-royong meminta sumbangan dana kepada pengendara yang melintas.
Warga Desa Pauh Bakarangan- Antasari Walang sangat mengharapkan wilayah desa mereka diperhatikan oleh Pemerintah terutama untuk masalah infrastruktur pembangunan jalan. Sebab dengan kondisi akses jalan yang baik itu dapat membuka peluang bagi kemajuan dan tumbuhnya berbagai kegiatan. Apalagi masyarakat setempat mata pencaharian mereka mayoritas banyak seorang petani, dengan kondisi jalan mereka yang rusak tentunya menjadi sulit untuk mengeluarkan hasil pertanian mereka.
Sejak bulan Mei-Juni di bulan Puasa Ramadhan lalu hingga kini jalan di lintasi angkutan truk bermuatan melebihi tonase hingga jalan semakin amblas dalam. Disini masih perbatasan Antasari-Bakarangan, di Desa Pauh Bakarangan itu sepanjang jalan rusak parah bahkan ada diantara warga setempat menyediakan motor derek yang fungsinya untuk membantu pengendara jika ada kendaraannya  yang mogok terjebakdi lubang jalan tersebut. 





Perbaikan Jembatan di Jalan Propinsi Truk Dialihkan Ke Jalur Alternatif

RANTAU,~ Jembatan Antasari Walang Rantau sedang  massa dalam perbaikan Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan. Hal itu sesuai dengan harapan warga masyarakat yang meminta kepada pemerintah daerah untuk segera diperbaiki jembatan mereka yang rusak. Jembatan Antasari Walang  ini adalah satu diantara penghubung lintasan jalan Propinsi Rantau-Margasari yang masuk berada di lingkup wilayah Pemerintah Kabupaten Tapin. Jalan dan Jembatan Margasari-Rantau ini adalah kewenangan pihak Propinsi Kalsel karena termasuk Jalan Pemerintah Propinsi. Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Kalsel akhirnya menanggapi laporan Bagian Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapin  yang meminta untuk segera memperbaiki jembatan yang rusak dibawah kewenangannya dan berada di wilayah kerjanya.

Dalam massa perbaikan jembatan ini Dinas Perhubungan Kabupaten Tapin telah memasang rambu jalan yang dipasang oleh pekerja dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tapin di Bidang Binamarga khususnya bagi kendaraan yang melebihi batas angkutan tonase terpaksa dialihkan sementara jembatan sedang diperbaiki.
Bagi kendaraan yang bermaksud menuju Margasari atau sebaliknya Rantau dan melalui jalur ini sementara daya angkutnya melebihi batas angkut tonase yang  minimal 5 ton itu terpaksa dialihkan melalui jalan kabupaten di lingkup wilayah kecamatan Bakarangan. Lain halnya bagi kendaraan roda dua itu masih diberi  kesempatan untuk melintas  jalan propinsi Margasari-Rantau  yang ada dikawasan Desa Antasari Walang Rantau  kendati  jembatan sedang diperbaiki. Karena pekerja perbaikan jembatan sudah mempersiapkan dengan membangunkan jalur dan jembatan darurat khusus lintasan bagi kendaraan roda dua.