JavaScript is required to view this page. Oktober 2019

Data Kualitatif Infrontalis Koleksi














Mereplikasi kehidupan santri disini sambill instrospeksi diri.Wah, Indahnya hari Santri kali ini. Mampu ngecap rasa kehidupan sejati demi tujuan raih ridho illahi yang tak mudah dicari. Goyang rangkaian Indra termasuk instuisi suara yang masuk melalui desibels suara. Kehidupan diri yang menurut sudut pandang saya memiliki visi setiap tulisan yang terpublikasi dapat komunikatif dan sinkron selaras di setiap jalur tempat susunan struktur hypocampus jaringan syaraf yang sudah terserang ayan (epelipsi) dan sebentar lagi malaikat maut jemput diri.Siap nggak ya?

Apa yang terjadi malam tadi diriku hilang sadar meigau bak historynya pahlawan Jepang yang kejang dalam gudang berhadapan triliunan byte neuron dalam gen memori hyphothalamusnya. Terkenang diri duduk melamun dijemput cahaya yang terbang ke arah diri.

Beginilah cerita Hidup ku di lingkungan profesi paling arogan sedunia dengan prinsipnya Aku Akan Tahu Sebelum Orang Lain Mengetahui, Sukses Jangan Dipuji Gagal Jangan Dicari. Itulah kehidupan seorang pakar hukum pidana sebagaimana anak inteljen yang rela mengorbankan diri untuk selalu berada di baris depan (infrontalis). Nyeburkan diri didunia kriminalitas dengan selalu mencoba aroma kejahatan yang baru, ha, jika ala tokoh kualitatif data koleksi ku yang misteri tak terlihat karena memang tersimpan dalam arsip lembaga rahasia...Duh bocorkan diri, syahwat cari sendiri lewat ilusion telepati diri dengan modal IQ dan instuisil.

"Jangan bilang-bilang Mama. Takut Kalau tahu, semua ini dia pasti marah".

Idola sejati karena historinya luar biasa tercatat abadi melalui prinsip hukumnya yang mengorbankan anak dengan menyembelih (penggal kepala). Ambil riwayat Ibrahim dan Ismail sebelum diangkat menjadi Nabi, dirinya mengorbankan anaknya dengan memotong atas dasar perintah Allah. Hikmahnya dari semua itu, mereka diangkat jadi Nabi oleh Allah dan miliki prinsip Rabbaniyatul hukum dengan Rabbaniyatul I'lm nya diatas Maqamat lautan bahwa Tiada Tuhan Selain Allah.

Dari kisah itu memang sudah kriteria ahli hukum atau pakar hukum pidana syaratnya harus berkorban lebih dulu untuk berada di baris infrontalis depan dalam struktur hukumnya yang tegak vertical berdiri.

Sejak ngenyam pendidikan agama yang selalu dianaktirikan Pemerintah sejak dulu hingga kini terus tereplikasi hukum birokrasi yang seakan-akan melempar feses ke diri dari mulai yang sedang asyik belajar rukun wudhu bersama dengan ustad nya yang buta hingga rukun sholat dan mandikan mayat agar semua tak mudah takhlif (ikut-ikutan).
Mendengarkan mereka di hukum birokrasi berdebat berargumentasi kirim solusi arogan seakan melempar feses santri disini dari para setan yang menempel di lembaga hukum internasional hingga lembaga hukum nasional. Menganggap Rabbaniyatul Hukum para santri disini adalah peraturan tradisi kuno didunia ini, diam adalah emas, sudah dengarkan saja dari birokrasi sana seraya ber istijhad.Nyaris setiap waktu tak pernah dapat solusi positif dari lingkungan struktur keluarga makinnya hingga ke lingkungan sosial luar.

Jadi ingat amanah guru sekumpul, "Khusus Umat Rasulullah, setiap ahli hukum beserta keluarganya bakal dihisab didampingi Rasulullah.Saw,"katanya bahwa itu pasti karena hukum itu pelik.

Artinya masih banyak kasus yang pelik di ruang arsip lembaga nasional makinnya internasional tak mampu diselesaikan prosesnya oleh aparat hukum. Duh perangi hoaks paling pertama koar mulutnya paling tinggi, faktanya ungkap carding n preaking di struktur internet di cybercrime aja masih nggak becus. Jangan bilang Mama, proses masih mandek dalam struktur tata negara yang dilihat dari ekonomi mereka  masih merem melihatnya. Semoga kita dapat keluar dari struktur tata negara ini yang nggak mampu selesaikan sengketa hutangnya.
Makinnya lihat susunan grafis dari multimedia typhografisnya yang melempar sugesti terselip dalam susunan rangkaian kode biner berbaris.

Balik ke data kualitatif yang tersusun melalui koleksi foto diri dibalik gambar terdapat ruang arsip yang lengkap dengan kunci masuk ke dalam ruang arsip lembaga hukum Nasional makinnya Internasional. Wah, buannyyaaaakkkkkk kasus yang proses nya masih berjalan dan belum terselesaikan hingga sekarang, termasuk pelempar feses dari catatan history pakar hukum pidana di negara cina  yang pada era itu mampu sepelekan pemerintah yang tak bijak dan adil dalam mengurus negaranya. "Jika dirinya melihat pemerintah tak becus ngurus hukum di republik nya, dilemparnya dengan feses yang bau sekali".
Demikian juga aparat hukumnya, jika tak mampu selesaikan kasus di lemparnya telak tepat mengenai muka aparat feses diri bahkan hingga mabesnya.Sehingga aksinya mampu mendisiplinkan aparat hukum di negeri Thiong Ha.

Dirinya seorang pakar hukum yang hidup sederhana tak mau menjadi pejabat pemerintah, justru lebih memilih bergelut di pasar untuk menghadapi struktur hukum ekonomi yang susunannya beda dengan lainnya karena berkaitan dengan perhitungan statistik mantap demi sebuah profit hasil dari niaganya.

Dalam menghadapi sebuah kasus kriminalitas di daerahnya dirinya mampu berada dibaris depan dengan berkorban untuk berada dalam struktur hukum tempatnya para pakar pidana berada dan bersembunyi.Dirinya selalu mendekati dan mencari yg berprofesi arogan terdepan bahkan tak mau mengakui siapa dirinya sehingga
dengan cepat dirinya mampu selesaikan kasus yang pelik sekalipun.

Senjatanya bak ninja melalui produk yang mengeluarkan aroma hingga mampu menghilangkan kesadaran rekan, musuh hingga orang yang disayanginya dalam menjalankan misi tugasnya mencari untuk mengungkap kronologis kasus terbaru. Hi Chan, I ll Miss you Dad and I Need You.