JavaScript is required to view this page. Mei 2017

Petani Gagal Tanam Terkena Hama Wereng




RANTAU,~Tanaman padi yang membentang di kawasan Sungai Raya jalan menuju ke Banua Enam terancam gagal. Hal ini ditenggarai oleh virus yang mengganggu tanaman padi pada fase masa pertumbuhan umur sehingga warna daunnya tidak seperti pada daun padi yang normal. Virus ini disebut tungro yang ditularkan oleh wereng (vector).
Sebagaimana disampaikan Abi Bakri, Petani di Lokpaikat bahwa sawah di Lokpaikat sudah ada sebagian terjangkit virus ini kendati luas sawahnya belum dapat dipastikan berapa jumlah tanamannya yang mati. Demikian juga petani di daerah Masta sudah ada gejala tanamannya yang rusak terkena Tungro dan minta perhatian pemerintah untuk segera mengambil tindakan demi kami para petani.
Perihal ini dibenarkan petugas Dinas Pertanian Pengendali Hama Terpadu setempat yang diminta keterangannya, Kepala Dinas Pertanian Tapin H.Masyraniansyah melalui petugas hama menyatakan bahwa gejala tungro sudah ada tepatnya di daerah Lokpaikat dan daerah Masta. Seperti Sungai Raya bahwa areal  sawah di sebelah kanan dan kiri jalan yang terbentang luas terlihat dari warna daunnya sudah berbeda akibat  terserang wereng yang membawa virus tungro. Melihat kondisi demikian besar kemungkinan berikutnya virus itu melebar ke daerah lain termasuk ke daerah kita disini yang hasil produksi padinya sudah diakui di tingkat nasional. Sebab tanaman padi yang masih dalam fase pertumbuhan dan terserang virus tungro ini tentunya tanaman padi itu akan berkulat hingga menjadi kerdil selain itu anakan sedikit lagi tidak mengembang sehingga batang dan daun menguning dan akhirnya mati.
 “Persoalan ini patut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk cepat segera mengambil tindakan sebagai  langkah antisipasi pencegahan agar virus pengganggu tanaman tersebut tidak sampai meluas ke tempat lainnya yang belum terkena di  daerah kita, “katanya.


Kota Ku Hijau





RANTAU,~ Penghijauan yang terdapat  di kawasan pusat kota Rantau sebagian kini telah berfungsi sebagaimana tujuan awal Pemerintah Kabupaten Tapin mengimplementasikan program penghijauannya guna mengwujudkan Kabupaten Tapin Hijau sekaligus menjadi sumber udara  yang sehat ditengah pengaruh efek suhu pemanasan global warming . Kawasan  itu dapat menjadi tempat yang asyik bersantai menggunakan IPAD dan mengakses Internet sekaligus bertemu dengan teman di waktu jam istirahat.
Sebagaimana terlihat sekarang  di kawasan Pasar Rantau dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) suasana jauh berbeda dibandingkan sebelum Bupati dan Wakil Bupati Tapin HM.Arifin Arpan,MM dan Ir.Sufian Noor mencanangkan program penghijauannya dengan aksi Penanaman Sejuta Pohon Sedunia. Kini pohon-pohon yang ditanam mereka di sepanjang trotoar jalan pasar berhasil menghijaukan diantara  titik kawasan kota Tapin lain yang menjadi objek sasaran program mereka.
Dalam penanaman pohon ini Pemerintah Kabupaten Tapin menggandeng perusahaan-perusahaan di daerah untuk ikut berpartisipasi dengan meminta kontibusinya dalam bentuk CSR untuk kegiatan penghijauan yang dilaksanakan. Hal itu mengingat dana APBD Kabupaten Tapin masih terbatas juga sedang mengalami defisit anggaran.
Sikap optimis mereka dalam upayanya terus menghijaukan Kabupaten Tapin nampaknya berhasil  teraih sehingga masyarakat terutama para pedagang dan pembeli maupun pengunjung Pasar Rantau dapat langsung melihat sekaligus merasakan manfaat adanya penghijauan di sekitar tempatnya berdagang.






Tapin Peringati Hari Pendidikan Nasional





RANTAU,~ Pemerintah Kabupaten Tapin melaksanakan apel dalam rangkaian guna memperingati hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Selasa 2 Mei 2017. Apel tahun ini berlangsung di Kecamatan Tapin Tengah. Peserta apel seluruhnya para pelajar yang telah berhasil  menuntut ilmunya dengan meniti jenjang pendidikan melalui bimbingan belajar dari  sosok  yang patut ditiru dan digugu yaitu ‘GURU’.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Tapin HM.Arifin Arpan,MM. Hadir Sekretaris Daerah, Kepolisian, Kejaksaan, Kepala Dinas Pendidikan berserta Kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah, Petugas UPT Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, dan Pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, H.Juwaini mengatakan, Kecamatan Tapin Tengah dipilih sebagai panitia pelaksana Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017. “Untuk menetapkan sebagai panitia ini, kita secara bergiliran sudah melaksanakan rapat sebanyak tiga kali. Berkat wilayah-wilayah kecamatan tadi bertanggung jawab atas kreatifitas murid selaku perangkat upacara dan itulah hikmahnya, “katanya.
Sebelumnya juga kami menggelar gerak jalan santai dalam rangkaian hari pendidikan nasional bagi warga pendidikan yang terdiri dari mulai  guru beserta keluarga dan masyarakat pendidikan. Dalam acara itu Alhamdulillah didukung lembaga ekonomi perbankan yang support membantu  peringatan hari pendidikan nasional kali ini dengan menyediakan banyak hadiah doorprize mulai dari sepeda, mesin cuci, lemari kulkas, kompor gas, payung  alat untuk bernaung, dan macam lainnya.
Kemudian dalam rangkaian guna memperingati hari yang sama rencananya juga akan diselenggarakan lomba tenis gembira bagi seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah pada Kamis besok.  Juga di informasikan dalam lomba Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia bahwa Tapin peringkat satu tahun 2016-2017, artinya ada kenaikan kualitas guru kita  sehingga sosok figur yang terkemas dibalik data kualitatif foto gambar di atas ikut senang bahagia.
Harapan kami para guru di lingkungan sekolahnya ada mutasi. Artinya mutasi itu jika guru itu mengajar dulunya kelas satuuuu aja, sekarang kelas limaaa, kelas tiga. Untuk apa ? “Supaya mereka merasakan struktur  vertical kelas bawah dan kelas atas. Karena pada saat test  UKG itu ditampilkan, “kata beliau, subhanallah nyaris sama pesan yang disampaikan Bapak KI Hadjar Dewantara.